"Berteman"
Meskipun ada hari untuk bertengkar,
namun yang kita tahu kita tetap berteman.
Setelahnya kita tidak saling mengabaikan.
"Dalam sepi"
Suatu hari jika aku pergi,
tataplah bintang jika aku kamu rindukan.
Sebenarnya aku masih disini,
membaur dalam sepi.
"Jika kamu membenci seseorang yang dulu pernah dekat denganmu,
semarah apapun kamu, ketika mengingat kenangan bersamanya maka ingatan
kebaikannya dulu akan sedikit menyembuhkan sakit hatimu."
"Sahabat yang berpisah cukup lama karena suatu kesalahan,
bertemu kembali namun saling mengabaikan.
Sebenarnya mereka tidak saling membenci,
hanya terlalu rindu."
"Bahkan jika menangis tanpa suara juga air mata,
memendam lebih dalam luka.
Aku akan baik-baik saja setelah itu.
Meskipun nantinya tetap seperti ini,
datang dan pergi, datang lalu pergi lagi,
bagiku sudah biasa terjadi."
By: G'jdu
JeDeYu
Minggu, 09 November 2014
Minggu, 02 November 2014
Puisi Perpisahan
"USAI"
dari: G'Jdu
Kebersamaan seperti angin sesaat
Sedetik kenangan lalu berakhir bagai kilat
Kita adalah ranting yang merapuh
Tawa kita seperti semusim yang berlalu
Hari ini kita berpegang tangan
Menari dalam alunan lagu diatas rerumputan
Waktu kita hampir usai
Jalan hidup kita tidak lagi sama, kawan
Maka usai saja
Esok hari akan ada persimpangan jalan
Saat itu kita bertemu lagi seperti yang lalu dalam kenangan
dari: G'Jdu
Kebersamaan seperti angin sesaat
Sedetik kenangan lalu berakhir bagai kilat
Kita adalah ranting yang merapuh
Tawa kita seperti semusim yang berlalu
Hari ini kita berpegang tangan
Menari dalam alunan lagu diatas rerumputan
Waktu kita hampir usai
Jalan hidup kita tidak lagi sama, kawan
Maka usai saja
Esok hari akan ada persimpangan jalan
Saat itu kita bertemu lagi seperti yang lalu dalam kenangan
Kamis, 30 Oktober 2014
Fashion Show XII TKJ 1
Hari ini tepat tanggal 30 Oktober 2014, SMK Ma'arif NU Doro
mengadakan acara Perpisahan PPL Unniversitas Pekalongan. Salah satu
daftar acara disini adalah lomba Peragaan Busana atau Fashion Show,
kelas kami diwakili oleh Takdir Ilahi dan Putri Intan Lestari. Kebetulan
hari ini juga adalah hari ulang tahun Putri yang ke 18 tahun. Yeay,
kado untukmu Put, akhirnya bisa juara dua.
Takdir dan Putri, ceritanya lagi bergaya :3
cie ,,,,
muter-muter dulu ceritanya, Putri sampai manyun :v , oh iya acara kali ini disponsori oleh Yamaha
Sekalian jadi model iklan
Takdir Ilahi alias Dirli
Putri Intan Lestari
Semua peserta Fashion Show dari kelas X TKJ 1, X TKJ 2, XI TKJ 1, XI TKJ 2, XII TKJ 1 dan XII TKJ 2. Anak TSM gak pada ikut -_-
Foto bareng-bareng dulu
Makasih ya yang udah mampir kesini, biarpun sekolah kami sederhana yang penting selalu kompak dan asik ... :)
by: G'Jdu
Kamis, 23 Oktober 2014
Pantai Pasir Kencana: 10 girls, 9 actions
Obyek
Wisata Pantai Pasir Kencana adalah Obyek Wisata yang dimiliki
Pemerintah Kota Pekalongan. Terletak berbatasan dengan Tempat
Pelelangan Ikan atau Pelabuhan Perikanan Nusantara di Pantai Utara
Jawa, dengan jarak tempuh 4,5 Km dari kota / stasiun kereta api, luas
lahan pantai ini adalah 1,5 Ha. Obyek Wisata yang dikelola oleh Kantor
Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pekalongan, ini dibuka untuk umum dari
jam 06.00 wib – 21.00 wib. Fasilitas yang tersedia adalah mainan
anak-anak dan taman bermain, panggung terbuka, koleksi satwa, bangku
dan taman untuk bersantai, Becak Air, Cafe/ warung makan, Musholla,
toilet dan Kamar Mandi Bilas, serta lahan parkir.
CR: http://www.pekalongankota.go.id/wisata/alam/pantai-pasir-kencana
Ini foto kita sewaktu ke pantai Pasir Kencana:
10 Girls: G'Jdu (Gie Arti), Sun, Aska, Naya, Andry, Arini, Emma, Anita, Asih and Nidah
Mampir ke Pekalongan yaaaaa ... :)
by: G'Jdu
CR: http://www.pekalongankota.go.id/wisata/alam/pantai-pasir-kencana
Ini foto kita sewaktu ke pantai Pasir Kencana:
10 Girls: G'Jdu (Gie Arti), Sun, Aska, Naya, Andry, Arini, Emma, Anita, Asih and Nidah
Mampir ke Pekalongan yaaaaa ... :)
by: G'Jdu
Label:
Andry,
Anita,
Arini,
Asih and Nidah,
Aska,
Emma,
G'Jdu,
Naya,
objek wisata pekalongan,
pantai,
pantai di pekalongan,
Pantai pasir kencana,
pekalongan,
SMK Ma'arif NU Doro,
Sun,
wisata pantai
Sabtu, 18 Oktober 2014
Perhaps: Fine
Disebuah pemakaman, sejuk juga sunyi terasa. Langit membiru dengan awannya yang tipis, beberapa burung saling bersahutan menyambut pagi. Ditempat itu, seorang gadis terduduk lesu dengan menatap batu nisan didepannya. "Jika aku memaafkannya, maka kau tidak akan memaafkan aku."
ucap gadis itu lemah, sangat lemah.
"Apa yang harus aku lakukan? Dia menghilang."
sudut mata gadis itu berair, sekuat apapun untuk berusaha, air mata itu tetap terjatuh juga.
"Kau pernah berkata, jika pada akhirnya kau pergi aku harus menangis didepan sahabatku."
gadis itu lalu berdiri dan mengusah pipi juga sudut matanya yang basah.
"Dia pergi begitu saja, kau pasti marah karena kau dulu begitu percaya padanya."
gadis itu masih berdiri, mengatakan hal apa saja yang ingin dia katakan.
Gadis itu beberapa saat terdiam, dia merasa cukup atas luapan emosinya. Kini dia harus menyadari, bahwa dia kini sendiri.
Gadis itu berjalan lemah diantara pepohonan pinus, jalan itu terasa jauh dan sepi. Namun langkahnya terhenti, dia melihat seorang yang tidak asing dimatanya sedang berdiri diperempatan jalan. Tangannya bergetar, gadis itu sangat ingin menangis. Namun dia mengingat peristiwa itu, kematian kekasihnya dan sahabat yang meninggalkannya.
Matanya yang semula lemah tanpa harapan, kini terpancar kebencian. Gadis itu memutuskan untuk terus berjalan melewati orang itu.
"Apa kau baik-baik saja?" langkah kaki gadis itu terhenti, suara itu, suara yang terdengar lembut namun menyakitkan baginya.
"Apa kau baru saja menangis?"
suara itu kembali terdengar, sekuat tenaga gadis itu berusaha menjawab.
"Bahkan jika menangis tanpa suara, memendam lebih dalam luka. Aku akan baik-baik saja setelah itu."
jawab gadis itu tanpa menatapnya, tanpa menatap seorang yang dulu dia panggil sahabat. "Maafkan aku!"
ketika mendengarnya, gadis itu sontak menoleh. Hatinya seperti tersayat. "Mungkin selama ini aku salah paham, kau tidak pernah menganggapku sahabatmu."
gadis itu terus menatap tajam seorang didepannya.
"Meskipun begitu, aku bisa menerima. Namun saat aku terjatuh dan kau meninggalkanku, aku tidak bisa memaafkanmu."
seorang itu melepas nafas berat saat mendengarnya dan mulai menunduk merasakan penyesalan. Gadis itu berusaha menahan air matanya. Gadis itu melangkah dan berjalan menjauh dan terus menjauh meninggalkan orang itu sendiri. Gadis itu pergi tanpa menatapnya. "Setelah ini, dia akan semakin sering menemuiku seperti yang lalu."
gumam gadis itu sembari berjalan lemah.
"Meskipun nantinya menemuiku lagi, dia akan datang dan pergi. Datang lalu pergi lagi. Bagiku sudah biasa terjadi."
gadis itu lalu berhenti dan sejenak menatap awan.
"Namun, jika suatu hari dia membuatku tersenyum kembali. Saat itu kau pasti sudah memaafkannya."
gadis itu lalu tersenyum, "Dan saat itu juga, aku akan memaafkannya."
lanjutnya lalu dia kembali berjalan.
END
ucap gadis itu lemah, sangat lemah.
"Apa yang harus aku lakukan? Dia menghilang."
sudut mata gadis itu berair, sekuat apapun untuk berusaha, air mata itu tetap terjatuh juga.
"Kau pernah berkata, jika pada akhirnya kau pergi aku harus menangis didepan sahabatku."
gadis itu lalu berdiri dan mengusah pipi juga sudut matanya yang basah.
"Dia pergi begitu saja, kau pasti marah karena kau dulu begitu percaya padanya."
gadis itu masih berdiri, mengatakan hal apa saja yang ingin dia katakan.
Gadis itu beberapa saat terdiam, dia merasa cukup atas luapan emosinya. Kini dia harus menyadari, bahwa dia kini sendiri.
Gadis itu berjalan lemah diantara pepohonan pinus, jalan itu terasa jauh dan sepi. Namun langkahnya terhenti, dia melihat seorang yang tidak asing dimatanya sedang berdiri diperempatan jalan. Tangannya bergetar, gadis itu sangat ingin menangis. Namun dia mengingat peristiwa itu, kematian kekasihnya dan sahabat yang meninggalkannya.
Matanya yang semula lemah tanpa harapan, kini terpancar kebencian. Gadis itu memutuskan untuk terus berjalan melewati orang itu.
"Apa kau baik-baik saja?" langkah kaki gadis itu terhenti, suara itu, suara yang terdengar lembut namun menyakitkan baginya.
"Apa kau baru saja menangis?"
suara itu kembali terdengar, sekuat tenaga gadis itu berusaha menjawab.
"Bahkan jika menangis tanpa suara, memendam lebih dalam luka. Aku akan baik-baik saja setelah itu."
jawab gadis itu tanpa menatapnya, tanpa menatap seorang yang dulu dia panggil sahabat. "Maafkan aku!"
ketika mendengarnya, gadis itu sontak menoleh. Hatinya seperti tersayat. "Mungkin selama ini aku salah paham, kau tidak pernah menganggapku sahabatmu."
gadis itu terus menatap tajam seorang didepannya.
"Meskipun begitu, aku bisa menerima. Namun saat aku terjatuh dan kau meninggalkanku, aku tidak bisa memaafkanmu."
seorang itu melepas nafas berat saat mendengarnya dan mulai menunduk merasakan penyesalan. Gadis itu berusaha menahan air matanya. Gadis itu melangkah dan berjalan menjauh dan terus menjauh meninggalkan orang itu sendiri. Gadis itu pergi tanpa menatapnya. "Setelah ini, dia akan semakin sering menemuiku seperti yang lalu."
gumam gadis itu sembari berjalan lemah.
"Meskipun nantinya menemuiku lagi, dia akan datang dan pergi. Datang lalu pergi lagi. Bagiku sudah biasa terjadi."
gadis itu lalu berhenti dan sejenak menatap awan.
"Namun, jika suatu hari dia membuatku tersenyum kembali. Saat itu kau pasti sudah memaafkannya."
gadis itu lalu tersenyum, "Dan saat itu juga, aku akan memaafkannya."
lanjutnya lalu dia kembali berjalan.
END
Minggu, 12 Oktober 2014
XII TKJ 1 SMK Ma'arif NU Doro
Waktu ulang tahun bu Andry, wali kelas XII TKJ1
Andriyani, Uum, Naila, bu Andry, Urol, Isti
Uum, bu Andry, Urol
Foto ngasal :D XII TKJ1
Rabu, 08 Oktober 2014
Kutipan Kehidupan
"Manusia Jahat"
Manusia terjahatpun memiliki alasan mengapa mereka melakukan kejahatan.
Meski niatnya baik baginya, sesuatu yang jahat tetaplah dosa.
"Sebelum Hilang"
Ada sebuah peristiwa sebelum kita kehilangan,
yaitu ketika diam saat mencintai.
Barulah kita mulai mencari ketika cinta benar-benar menghilang.
"About Love"
Cinta menunjukkan kita bagaimana untuk menangis atau tertawa
dan cinta mengajarkan kita bagaimana harus bahagia.
Pada akhirnya, cinta juga mengajarkan kita bagaimana
cara melepas.
"Pilihan"
Seorang yang sudah diabaikan, jika dia melupakan
semuanya dan mengingat kembali, ada dua kemungkinan,
dia akan kembali atau mundur menjauh.
Dia hanya bisa memilih satu.
"Jangan Pergi!"
Ingatlah aku bila perlu,
atau lupakan aku bila mau.
Namun jangan pernah tinggalkan aku,
karena aku tidak pernah memintanya.
"Alasan Cinta"
Hanya karena menyebut namanya setiap hari bukan
alasan untuk kamu mencintai.
Bertindak untuk bahagia bersama itu yang dinamakan cinta.
by: G'Jdu
terimakasih yang udah ngunjungi blog ini,
ditunggu coretannya ya :)
Manusia terjahatpun memiliki alasan mengapa mereka melakukan kejahatan.
Meski niatnya baik baginya, sesuatu yang jahat tetaplah dosa.
"Sebelum Hilang"
Ada sebuah peristiwa sebelum kita kehilangan,
yaitu ketika diam saat mencintai.
Barulah kita mulai mencari ketika cinta benar-benar menghilang.
"About Love"
Cinta menunjukkan kita bagaimana untuk menangis atau tertawa
dan cinta mengajarkan kita bagaimana harus bahagia.
Pada akhirnya, cinta juga mengajarkan kita bagaimana
cara melepas.
"Pilihan"
Seorang yang sudah diabaikan, jika dia melupakan
semuanya dan mengingat kembali, ada dua kemungkinan,
dia akan kembali atau mundur menjauh.
Dia hanya bisa memilih satu.
"Jangan Pergi!"
Ingatlah aku bila perlu,
atau lupakan aku bila mau.
Namun jangan pernah tinggalkan aku,
karena aku tidak pernah memintanya.
"Alasan Cinta"
Hanya karena menyebut namanya setiap hari bukan
alasan untuk kamu mencintai.
Bertindak untuk bahagia bersama itu yang dinamakan cinta.
by: G'Jdu
terimakasih yang udah ngunjungi blog ini,
ditunggu coretannya ya :)
Label:
About Love,
Alasan cinta,
Jangan pergi,
kata-kata,
kata-kata sedih,
kehilangan,
kutipan cinta,
love,
Manusia jahat,
Pilihan,
quotes of love,
sebelum hilang
Langganan:
Postingan (Atom)

























