Pernahkah kamu memiliki inspirasi dalam hidupmu? Seorang yang secara tidak langsung mendorongmu kearah yang lebih baik.
Ada beberapa nama orang yang menginspirasi saya, beberapa atlet yang perjalanan karirnya tidak pernah mudah. Mereka adalah Maria Kristin Yulianti, Wang Lin dan Wang Shixian.
Ketiganya adalah atlet bulutangkis berprestasi, seperti Maria Kristin yang pencapaian terbesarnya meraih medali perunggu di Olimpiade Beijing 2008, Wang Lin sang juara WBC 2010 dan Wang Shixian peraih medali emas di Asian Games 2010.
Perjalanan mereka memang tidak mudah, ada suatu peristiwa yang membuat mereka menjadi inspirasi untuk saya.
Maria Kristin tunggal putri Indonesia, lewat wajahnya yang kalem dilapangan mungkinkah ada orang yang menyadari mungkin saja dia sedang menahan sakit. Cidera sejak tahun 2005 yang tak kunjung pulih dia tetap mengukir prestasi, sebut saja saat dia keluar menjadi juara di Sea Games 2007 dan peraih perunggu Olimpiade Beijing 2008.
Mungkinkah selama itu dia tidak menahan sakit dilututnya? Pasti sesekali dia merasakannya, namun dia tetap mengejar prestasi untuk Indonesia. Namun kini cidera tidak benar-benar menghentikan langkahnya, dia tidak menggantungkan raket. Dia tetap mengayunkan raketnya untuk menjadi pelatih, membuat harapan ada anak didiknya yang bisa lebih mengharumkan nama Indonesia.
Inspirasi kedua saya adalah seorang tunggal putri dari Tiongkok, Wang Lin. Juara dunia 2010 di usia yang muda, dia seorang yang tidak pantang menyerah dan seorang yang kuat.
Beberapa bulan usai juara dunia masa suram menimpanya, cedera membuatnya harus mengubur impiannya untuk Olimpiade London 2012. Cedera yang datang lagi dan lagi tidak membuatnya menyerah, diapun memutuskan untuk kembali kepada tim provinsinya di Zhejiang. Dan kini dia menjadi pelatih di usia yang muda.
Wang Shixian adalah inspirasi ketiga saya, tunggal putri yang juga berasal dari Tiongkok.
Tampil kurang konsisten di tahun 2011 mungkin adalah alasan yang membuatnya tak bisa tampil di Olimpiade London 2012, saya yakin dia pasti sedih. Namun nyatanya dia tidak menyerah, dia kembali menunjukkan pada dunia bahwa dia bisa lebih baik. Pada tahun 2012 dia mendapat gelar di Korea Open, France Open 2013, India Open 2014, All England 2014 dan gelar lain usai tahun 2012. Kini Wang Shixian berada diperingkat 2 dunia.
Melihat mereka menyadarkan saya tidak selamanya kegagalan adalah kegagalan, ada tantangan baru usai kegagalan itu. Tantangan yang membawa kita untuk lebih baik. Hidup memang seperti roller coaster yang membawa kita berada diatas namun dengan mudah menghempaskan kita kebawah. Namun kita masih bisa merangkak sendiri keatas. Saya adalah seorang yang mencintai olahraga, saya pernah mengukir prestasi atletik dinomor lari tahun 2008, pencapaian terbesar saya menjadi juara 1 di 60 meter dan juara 2 di 200 meter. Namun tahun selanjutnya saya selalu gagal, sempat ingin menyerah, namun bukankah hidup seperti roda yang berputar. Jika saya gagal, saya masih memiliki kesempatan dilain tempat dan waktu. Saya ingin menjadi guru olahraga, saya ingin anak didik saya nantinya mengukir prestasi yang lebih daripada saya.
Saya boleh gagal kemarin dan hari ini, namun besok saya harus berhasil.
Seperti Maria Kristin, Wang Lin dan Wang Shixian, kegagalan tidak membuat mereka putus asa. Mereka memiliki impian yang belum terwujud begitupun saya. Dan impian harus digapai.
By: G'Jdu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar